LAPORAN
PRAKTIKUM
TERMODINAMIKA
Judul Praktikum : Tegangan Permukaan
Hari/Tanggal :Ahad
/ 19
Juni 2016
NAMA : SABRIANA
NIM : 20600114025
KELOMPOK : II (DUA)
KELAS : FISIKA
A (1,2)
ASISTEN : FAJRIYANI
JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2015/2016
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Lengkap Praktikum Termodinamika
dengan judul percobaan “Tegangan Permukaan”. Telah diperiksa dan dinyatakan diterimah oleh Asisten
Praktikum Termodinamika pada Jurusan Pendidikan Fisika :
Nama :
Sabriana
NIM :
20600114025
Kelompok : II (Dua)
Golongan : A
Dengan nilai
laporan praktikum :
Samata,
Juni 2016
Asisten Praktikan
Fajriyani Sabriana
NIM:
20600113114 NIM: 20600114025
Mengetahui,Koordinator
Kelas
Praktikum
Termodinamika
Husain
NIM:
20600113040
Tegangan Permukaan
A. Azhar Arsyat , Aida Kasim, Armita Cahyani, Husmiati, Sabriana
Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas TarbiyahUINAlauddin Makassar
Abstrak
Telah di lakukan praktikum Termodinamika
dengan judul“Tegangan Permukaan”. Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium
Fisika Dasar Jurusan Pendidikan Fisika pada hari Ahad/ 19 Juni 2016. Tujuan dilakukannya praktikum ini untuk menghitung tegangan permukaan
pada spiritus, untuk menghitung tegangan permukaan pada minyak, dan untuk
menghitung tegangan permukaan pada air, untuk menghitung massa jenis pada
spiritus, untuk menghitung massa jenis pada minyak, dan untuk menghitung massa
jenis pada air . Pada percobaan ini, kami
melakukan tiga buah kegiatan untuk menghitung tegangan
permukaan pada spiritus, minyak dan air. Variabel respon pada percobaan ini
adalah jumlah tetes, waktu dan massa zat cair, variabel manipulasinya adalah jenis zat cair dan variabel kontrolnya
adalah penurunan volume. Hasil dari pengamatan kami menunjukkan bahwa tegangan
permukaan yang diperoleh pada spiritus sebesar 29,945 dyne/cm, tegangan
permukaan pada minyak sebesar 48,615 dyne/cm, tegangan permukaan air yang
diperoleh sebesar 57,853 dye/cm.
Kata kunci: Tegangan permukaan Spiritus, Minyak dan Air
TUJUAN
1.
Untuk menghitung
tegangan permukaan pada air
2.
Untuk menghitung
tegangan permukaan pada minyak
3.
Untuk menghitung
tegangan permukaan pada air.
4.
Untuk menghitung
massa jenis pada spiritus
5.
Untuk menghitung
massa jenis pada minyak
6.
Untuk menghitung
massa jenis pada air
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Fenomena
tegangan permukaan sering kita jumpai , misalnya saja seekor serangga yang
dapat berjalan diatas air, atau sebuah silet yang dapat mengapung diatas air.
Semua peristiwa tersebut merupakan fenomena tegangan permukaan yang disebabkan
karena adanya gaya tarik menarik molekul yang sejenis maupun yang tidak
sejenis.
Tegangan
permukaan merupakan gaya atau tarikan kebawah yang menyebabkan permukaan zat
cair berkontraksi, yang disebabkan karena adanya gaya kohesi dan adhesi. Ketika
gaya kohesi lebih besar dari gaya adhesi maka permukaan zat cair cenderung
berbentuk cembung dan jika gaya kohesi lebih kecil dari gaya adhesi maka
permukaan zat cair cenderung berbentuk cekung.
Berdasarkan uraian diatas maka dilakukan percobaan ini agar kita dapat menghitung massa jenis zat cair spiritus, minyak
dan air dan menghitung tegangan permukaan pada zat cair spiritus, minyak dan
air.
Teori
Singkat
A. Tegangan Permukaan
Permukaan zat cair mempunyai sifat ingin
meregang, sehingga permukaannya seolah-olah ditutupi oleh suatu lapisan yang
elastis. Hal ini disebabkan karena adanya gaya tarik menarik antara partikel
yang sejenis didalam zat cair. Adanya gaya atau tarikan kebawah menyebabkan
permukaan cairan berkontraksi dan berada dalam keadaan tegang. Tegangan ini
disebut dengan tegangan permukaan ( Yazid, 2005: 115).
Walaupun
gaya permukaan molekul dapat diberikan hanya oleh molekul- molekul dibawahnya atau disampingnya. Dengan demikian
ada gaya tarik total ke bawah, yang cenderung menekan lapisan permukaan
sedikit, tetapi hanya sampai batas dimana gaya kebawah ini diimbangi oleh gaya
(tolak) ke atas yang disebabkan oleh kontak yang dekat atau tumbukan dengan
molekul-molekul dibawahnya (Giancoli, 1998: 351)
Setiap
molekul zat cair yang bergerak mendekati permukaannya, akan mendapat gaya tarik
ke bawah atau gaya yang mengembalikan molekul tersebut ke dalam zat cair. Makin
dekat ke permukaan zat cair, makin besar gaya tarikan ke dalam zat cair itu.
Akibatnya molekul zat cair di permukaan mengalami gaya resultan (kohesi) ke dalam yang cenderung menghasilkan luas permukaan
yang sekecil-kecilnya dan molekul-molekul pada permukaan dalam keadaan tegang
(Said, 2014: 117).
B.
Pengukuran
Tegangan Permukaan
1.
Cara
Tetes
Pada cara ini, tegangan permukaan zat cair dihitung
dengan membandingkan tegangan permukaan suatu zat cair dengan tegangan
permukaan suatu zat cair lain yang telah diketahui harga koefisien tegangannya
(Tim Asisten Termodinamika, 2016:1)
2.
Cara
Kenaikan Kapiler
Dengan langsung menerapkan rumus H =1/2rhρg diperoleh H
dengan mengukur r dan h dan diketahui ρ dan g. Adapun r, kecuali dapat diukur
langsung dengan mikroskop, dapat juga diperoleh dengan mengisi bulu kapiler
dengan air raksa dengan pertolongan karet penyedot. Dengan mengukur bagian
panjang L dari bulu yang terisi air raksa serta mengukur air raksanya lagi
untuk ditimbang beratnya (w) diperoleh jari-jari kapiler r
Karena
massa jenis air raksa adalah 13,6 gr/cm3 (Soedojo, 1999: 63).
Alat dan
Komponen
1. Alat
Alat
yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
a. Buret tetes 50 ml 2
buah
b. Corong 1
buah
c. Gelas ukur 250 ml 2 buah
d. Gelas ukur 500 ml 1 buah
e. Neraca digital 1
buah
f. Statif + klem 2 set
g. Stopwatch 1 buah
2. Komponen
Komponen
yang digunakan pada percobaan ini adalah sebagai berikut:
a. Air Secukupnya
b. Minyak Secukupnya
c. Spiritus Secukupnya
d. Tissue Secukupnya
Identifikasi Variabel
Identifikasi masalah pada percobaan ini adalah:
a. Variabel Manipulasi : Jenis zat cair
b. Variabel Respon : Jumlah tetes, waktu dan massa zat cair
c. Variabel Kontrol : Penurunan waktu
Definisi Operasional
Variabel
1.
Variabel
Manipulasi
Jenis zat cair adalah zat yang dijadikan sampel pada
percobaan untuk diamati tetesan tiap penurunan volume 5 ml dan dihitung
tegangan permukaannya dimana zat yang digunakan yaitu spiritus, minyak dan air.
2.
Variabel
Respon
a.
Jumlah tetesan adalah banyaknya tetesan zat cair pada
spiritus, minyak dan air yang menetes dari buret tetes 50 ml kedalam gelas ukur
250 ml tiap penurunan volume 5 ml pada buret tetes.
b.
Waktu adalah lamanya proses yang dibutuhkan zat cair
spiritus, minyak dan air untuk mengalami penurunan volume sebanyak 5 ml melalui
proses menetes yang diukur menggunakan stopwatch.
c.
Massa zat cair adalah besarnya massa zat cair berupa
spiritus, minyak dan air yang menetes dari buret ke dalam gelas ukur yang dikur
menggunakan neraca digita.
3.
Variabel
Kontrol
Penurunan volume adalah
berkurangnya volume pada zat cair spiritus, minyak dan air pada buret tetes 50 ml
sebanyak 5 ml pada tiap pengambilan data.
Prosedur
Kerja
Kegiatan 1: Tegangan
permukaan pada spiritus
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Membuat rangkaian seperti gambar berikut:
Gambar 1: Rangkaian tegangan permukaan
pada spiritus.
3.
Menimbang gelas
ukur kosong menggunakan neraca digital.
4.
Memasukkan zat cair
spiritus kedalam buret tetes sebanyak 45 ml menggunakan corong.
5.
Memutar kerang
bersamaan dengan menekan stopwatch dan menghitung jumlah tetesan yang jatuh
kedalam gelas ukur hingga volume berkurang sebanyak 5 ml.
6.
Menimbang massa
gelas ukur yang berisi spiritus.
7.
Mengulangi langkah
5-6 sebanyak 4 kali dengan tiap penurunan volume sebanyak 5 ml.
8.
Mencatat hasil
pengamatan pada tabel pengamatan.
Kegiatan 2: Tegangan permukaan pada minyak
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Membuat rangkaian seperti gambar berikut:
Gambar 1: Rangkaian tegangan permukaan
pada minyak
3.
Menimbang gelas
ukur kosong menggunakan neraca digital.
4.
Memasukkan zat cair
minyak kedalam buret tetes sebanyak 45 ml menggunakan corong.
5.
Memutar kerang
bersamaan dengan menekan stopwatch dan menghitung jumlah tetesan yang jatuh
kedalam gelas ukur hingga volume berkurang sebanyak 5 ml.
6.
Menimbang massa
gelas ukur yang berisi minyak.
7.
Mengulangi langkah
5-6 sebanyak 4 kali dengan tiap penurunan volume sebanyak 5 ml.
8.
Mencatat hasil
pengamatan pada tabel pengamatan.
Kegiatan 3: Tegangan permukaan pada air
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Membuat rangkaian seperti gambar berikut:
Gambar 1: Rangkaian tegangan permukaan
pada air
3.
Menimbang gelas
ukur kosong menggunakan neraca digital.
4.
Memasukkan zat cair
air kedalam buret tetes sebanyak 45 ml menggunakan corong.
5.
Memutar kerang bersamaan
dengan menekan stopwatch dan menghitung jumlah tetesan yang jatuh kedalam gelas
ukur hingga volume berkurang sebanyak 5 ml.
6.
Menimbang massa gelas ukur yang berisi air.
Menimbang massa gelas ukur yang berisi air.
7.
Mengulangi langkah
5-6 sebanyak 4 kali dengan tiap penurunan volume sebanyak 5 ml.
8.
Mencatat hasil
pengamatan pada tabel pengamatan.
Hasil Pengamatan
Kegiatan 2 :
Mengukur tegangan permukaan pada air
NST neraca digital : 0.001 gr
NST buret tetes : 0.1 m `
NST stopwatch : 0.1 sekon
Massa gelas ukur kosong : 97.115 gr
Volumeminyak : 45 ml
Tabel 2.1: Tegangan permukaan pada air
Kegiatan 3 :
Mengukur tegangan permukaan pada spritus
NST neraca digital :
0.001 gr
NST buret tetes :
0.1 ml
NST stopwatch :
0.1 sekon
Massa gelas ukur kosong : 97.115 gr
Volumeminyak : 45 ml
Tabel 3.1: Tegangan permukaan pada spritus
ANALISIS DATA
Analisis data
pada percobaan ini adalah:
1.
Menentukan massa jenis
zat cair
a. Menghitung
massa jenis zat cair
1.) Untuk
minyak
2.) Untuk
Air
3.) Untuk
Spiritus
b. Menghitung
kesalahan mutlak massa jenis
Rambat
Ralat
1.) Untuk
Minyak
2.) Untuk
air
3.) Untuk Spiritus
c. Menghitung
persen perbedaan
1.) Untuk
minyak
2.) Untuk
air
3).
Untuk spiritus
d. Menghitung
Kesalahan Relatif
1.) Untuk
minyak
2.) Untuk
air
3.) Untuk Spiritus
e. Pelaporan
Fisika
1.) Untuk
minyak
2.) Untuk
air
3.) Untuk spiritus
4.) Menghitung
Tegangan Permukaan Zat Cair
a. Untuk
minyak
b. Untuk
air
c. Untuk
spiritus
5.) Menghitung
kesalahan mutlak
a. Tegangan
permukaan pada minyak
b. Tegangan
permukaan pada air
c.
Tegangan permukaan
pada Spiritus
6.) Menghitung
Kesalahan Relatif
a. Tegangan
permukaan pada minyak
b. Tegangan
permukaan pada air
c.
Tegangan permukaan
pada spiritus
7.) Menghitung
Nilai Derajat Kepercayaan
a. Tegangan
permukaan pada minyak
b. Tegangan
permukaan pada air
c. Tegangan
permukaan pada Spiritus
8.) Menghitung
Pelaporan Fisika
a. Tegangan
permukaan untuk air
b. Tegangan
permukaan untuk air
c. Tegangan
permukaan untuk air
PEMBAHASAN
Kegiatan 4.1: Tegangan
permukaan pada
Spiritus
Pada
percobaan ini digunakan spiritus sebagai sampel yang akan dicari tegangan
permukaannya dengan menggunakan metode tetes. Dimana spiritus dimasukkan
kedalam buret tetes sebanyak 50 ml kemudian menghitung jumlah tetesan spiritus
yang jatuh kedalam gelas ukur setiap penurunan 5 ml pada buret dan dilakukan 6
kali.
Secara
teori massa jenis spiritus adalah 0,82 gr/cm3 dan tegangan permukaan
spiritus adalah 24,0 dyne/cm. Sedangkan
berdasarkan hasil yang diperoleh pada percabaan untuk massa jenis
spiritus 0,718 gr/cm3 dan tegangan permukaan spiritus yaitu
dyne/cm.
Berdasarkan
hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa tegangan permukaan dari spritus
mendekati keberhasilan. Adapun penyebabnya yaitu masalah pada buret tetes
dimana ada tetesan spiritus yang keluar pada pengunci buret, sehingga jumlah
tetasan yang diperoleh kurang akurat dan akhirnya mempengaruhi massa dari
spiritus.
Kegiatan 4.2 : Tegangan
permukaan pada Minyak.
Pada
percobaan ini digunakan minyak sebagai
sampel yang akan dicari tegangan permukaannya dengan menggunakan metode tetes.
Dimana minyak dimasukkan kedalam buret
tetes sebanyak 50 ml kemudian menghitung jumlah tetesan minyak yang jatuh
kedalam gelas ukur setiap penurunan 5 ml pada buret dan dilakukan 6 kali.
Secara teori massa
jenis minyak
gr/cm3 adalah dan tegangan permukaan minyak adalah Sedangkan berdasarkan hasil yang diperoleh pada
percabaan untuk massa jenis minyak 0,851
gr/ cm3 dan tegangan permukaan minyak yaitu 48,615
dyne/cm
Berdasarkan
hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa tegangan permukaan dari spritus
mendekati keberhasilan. Adapun penyebabnya yaitu masalah pada buret tetes
dimana ada tetesan spiritus yang keluar pada pengunci buret, sehingga jumlah
tetasan yang diperoleh kurang akurat dan akhirnya mempengaruhi massa dari minyak.
Kegiatan 4.3 : Tegangan
permukaan pada Air
Pada
percobaan ini digunakan air sebagai sampel yang akan dicari tegangan
permukaannya dengan menggunakan metode tetes. Dimana air dimasukkan kedalam
buret tetes sebanyak 50 ml kemudian menghitung jumlah tetesan air yang jatuh
kedalam gelas ukur setiap penurunan 5 ml pada buret dan dilakukan 6 kali.
Secara
teori massa jenis air adalah
gr/cm3 dan tegangan permukaan air
adalah72,0 dyne/cm. Sedangkan
berdasarkan hasil yang diperoleh pada percabaan untuk massa jenis air
gr/cm3 dan tegangan permukaan air
yaitu 57,853 dyne/cm.
Berdasarkan
hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa tegangan permukaan dari air mendekati
keberhasilan. Adapun penyebabnya terjadinya kesalahan yakni ketidakseimbangan
jumalah tetesan pada setiap penurunan 5 ml pertama dan berikutnya terlalu cepat
dan 5 ml pertama dan berikutnya terlalu lambat,selain itu, pembacaan skala pada
buret tidak teliti atau terjadi kesalahan paralaks.
Dari
uraian diatas dapat kita ketahui bahwa tegangan permukaan air jauh lebih besar
disbanding tegangan permukaan minyak dan spiritus.hal ini disebabkan karena
massa jenis air jauh lebih besar dibandingkan minyak sama spiritus sehingga
mengakibatkan gaya tarik menarik antar
molekul air lebih besar dibandingkan gaya tarik menarik antar molekul minyak dan spiritus. Hal ini
menyebabkan jumlah tetesan pada spiritus lebih dan minyak lebih banyak karena
volumenya kecil sedangkan pada air volumenya lebih besar sehingga jumlah
tetesannya lebih sedikit.
SIMPULAN
DAN DISKUSI
1.
Kesimpulan
Berdasarkan
data yang diperoleh, tegangan permukaan spiritus yang diperoleh dipercobaan
adalah
dyne/cm, dengan massa jenis spiritus yang di
peroleh pada percobaan ini adalah 0,718 gr/cm3, tegangan permukaan
minyak yang diperoleh dipercobaan adalah 48,615 dyne/cm ,dengan massa jenis
minyak yang di peroleh pada percobaan ini adalah0,851 gr/ cm3, tegangan permukaan air
yang diperoleh dipercobaan adalah57,853 dyne/cm, dengan massa jenis air yang di
peroleh pada percobaan ini adalah
gr/cm3
2.
Diskusi
Dalam
pratikum ini kerjasama dalam kelompok sangatlah dibutuhkan , dan sangat lebih
baik apabila pada percobaan tidak hanya menggunakan metode tetes tetapi
ditambah misalnya dengan ppa kapiler agar dapat dibandingkan cara mana yang
lebih akurat, dan pada percobaan setiap tetyesan yang keluar dari buret baik air,
minyak maupun spiritus menggunakan geals ukur yang berbeda tiap interval agar
massa yang diperoleh lebih akurat.
DAFTAR
RUJUKAN
Bishop, Owen. 2004. Dasar-Dasar
Elektronika.. England: Elsevier
Maini, Anil Kumar. 2007. Digital
Elektronics. England: John Wiley and Sons ltd
Tim Asisten Elektronika Dasar II. 2016. Penuntun
Praktikum Elektronika Dasar II. Makassar: UIN Press
Tokheim, Roger L. 1990. Digital
Elektronic Second Edition. McGraw-Hill.lnc
Woorland, Bakry.
2006. Elektronika praktis. London ; McGraw Book company limited.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar